SUKABUMI -– Jawa Barat memiliki potensi sumber daya energi baru terbarukan (EBT) khususnya panas bumi terbesar di Indonesia. Merujuk pada data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM menyebutkan Jawa Barat memiliki total 5.411 MW atau sekitar 20 persen dari total potensi panas bumi di Indonesia.
Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu wilayah dengan potensi sumber daya energi panas bumi telah memiliki beberapa lokasi seperti di Gunung Salak dan Cisolok Sukarame. Bahkan di pembangkit sumber daya panas bumi di Gunung Salak yang dikelola Star Energy Geothermal Salak termasuk pembangkit terbesar ketiga di dunia.
Kepala Dinas ESDM dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, Aam Amar Halim mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) menyambut baik ketika ada investor baru yang berminat mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya panas bumi di wilayahnya.
Dia mengaku, Kabupaten Sukabumi melalui fasilitasi investasi energi listrik dengan sumber panas bumi telah menyumbang kebutuhan listrik di Indonesia. “Yang nantinya akan berdampak juga pada ketersediaan listrik bagi investasi industri di Sukabumi,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (13/7/2021).
Aam Amar Halim menambahkan, saat ini pemda mengharapkan salah satu eksplorasi dari hasil panas bumi yang layak di Kecamatan Cikakak, Sukabumi. “Proyek itu sedang digarap oleh kementerian ESDM melalui LEMIGAS dan Badan Geologi,”tandasnya.
Di sisi lain, sebut dia, Kabpaten Sukabumi akan memperoleh bagi hasil panas bumi, PBB dari hasil panas bumi dan bagi hasil bonus produksi bagi desa terdampak dan Pemda. Selain itu, adanya investasi ini menumbuhkan multiplier effect untuk mendorong percepatan pengembangan wilayah, pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan community development dan juga meningkatkan kemampuan dan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) secara profesional.






