“Naiknya itu lumayan tinggi pak, bahkan ada yang lebih dari 100 persen. Tapi, mau gimana lagi terpaksa harus saya beli karena kebutuhan. Bagi para konsumen itu yang kadang tidak ngerti,” terangnya kepada Radar Sukabumi, Kamis (2/9).
Pasca kenaikan harga besi dan baja, jumlah orderan berkurang drastis. Belum lagi, kondisi pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada perekonomian masyarakat.
“Ya jelas berdampak, karena kami pun terpaksa menaikan harga jual. Selain itu juga karena Covid sehingga konsumen juga membatasinya,” ujarnya.
Muhtar berharap agar harga besi dan baja dapat sepeti biasa lagi sehingga para pelaku IKM logam kembali bergairah.
“Ya harapan kami sebagai pelaku usaha tentunya, maunya harga besi kembali normal lagi ajalah. Mudah-mudahan pemerintah bisa mengatasinya,” tandasnya. (upi/d)






