PALABUHANRATU–Ucapan syukur selalu dilontarkan Nyonya Ikah (38), janda tujuh anak di Kampung Panyairan Cangehgar, RT 3/31, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu. Pasalnya, kini ia sudah tak khawatir lagi dengan terik mata hari dan hujan. Sebab baru-baru ini, rumah berukuran 4 x 5 meter itu sudah berdiri tegak dan teduh.
Kendati belum diplester, namun rumah sederhana yang dihuni delapan orang itu sudah tak bocor lagi bila hujan turun. Bantuan dari warga yang peduli, pembangunan secara swadaya pun berlangsung selama 25 hari.
“Almahdulillah sekarang kami tidak takut lagi bocor. Terima kasih kepada Pak RT, Pak RW, Radar Sukabumi, KSP, Pak Bupati dan pihak-pihak yang telah membantu berdirinya rumah saya. Semoga Allah membalasnya,” lirih Ikah sambil melinangkan air mata pertanda rasa bahagia.
Ia menyebutkan, bangunan rumahnya itu jika diuangkan menghabiskan sekitar Rp12 juta. Sebab, rumah dengan kamar dua itu menggunakan 32 sak semen dan 5 ribu bata merah. “Pak RT dan Pak RW sangat berjasa dalam proses pembangunannya. Beliau membantu tenaga, mengerahkan warga sampai mencarikan kekurangan kayunya,” sebutnya.
Ia juga menyampaikan salam kepada orang yang memberikan bantuan dan tak mau disebutkan namanya. Sebelumnya, kondisi rusaknya rumah Nyonya Ikah yang dihuni bersama tujuh anak ini sempat viral di media sosial.
Terlebih rumah yang sudah bolong-bolong itu sangat rapuh dan ambrol. Ketua RT 3/31, Cedi juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak yang telah membantu. Ia mengaku hanya sebagai pelantara menyampaikan keprihatinan warganya.





