Kantor Desa Tegalpanjang Dibobol Maling

sejumlah petugas Desa Tegalpanjang, saat menunjukan lokasi pintu masuk kantor desa yang dibobol pencuri.

CIREUNGHAS — Kantor Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, dibobol maling, kemarin (5/4). Akibatnya, sejumlah alat elektronik di kantor ini pun raib. Kini, aparat kepolisian setempat tengah memburu pelaku.

Informasi yang dihimpun koran ini, aksi pembobolan ini pertama kali diketahui oleh petugas desa saat hendak membersihkan kantor desa pada pukul 06.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Saat itu, petugas desa merasa terkejut. Lantaran, saat mereka masuk ke ruangan desa, melihat kondisi ruang kerja staf desa banyak berkas yang berserakan.

“Akibat peristiwa ini, pemerintah Desa Tegalpanjang mengalami kerugian materil sebesar Rp10 juta. Sebab, sejumlah peralatan elektronik raib dibobol maling,” jelas Camat Cireunghas Udin Saprudin kepada Radar Sukabumi, (5/4).

Selang berapa menit, pemerintah Desa Tagalpanjang langsung bergegas melaporkan peristiwa itu kepada Polsek Cireunghas.

Peristiwa pembobolan kantor desa tersebut, sempat menjadi pusat perhatian warga sekitar. “Saat ini, perkaranya tengah ditangani oleh Polsek Cireunghas,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Cireunghas, Iptu Eriyanto mengatakan, pihaknya setelah mendapatkan laporan langsung mengintruksikan kepada anggotanya untuk menuju lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Petugas langsung melakukan identifikasi dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hasil dari olah TKP, sejumlah peralatan milik Desa Tegalpanjang raib digondol maling. Seperti, dua unit CPU komputer, tiga unit LCD komputer, satu unit televisi LED warna hitam, satu unit laptop merk LG warna hitam.

“Dari olah TKP, dugaan sementara maling ini masuk lewat pintu depan ruang pelayanan dan diduga dengan cara mencongkelnya menggunakan obeng,” imbuhnya.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pengembangan dan memeriksa sejumlah saksi untuk memburu pelakunya. “Besar kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang. Kami masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *