Gadis Berkaus Geng Motor Tewas di Kebonpedes Sukabumi, Mulutnya Mengeluarkan Busa

EVAKUASI : Petugas gabungan saat melakukan olah TKP di rumah PM (19) ditemukan tewas di Kampung Selajambu, RT 004/003 , Desa Jambenenggang Kecamatan Kebonpedes, Minggu (13/2). FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – Penemuan sesosok gadis dalam keadaan tak bernyawa di Kampung Selajambu, RT 004/003 , Desa Jambenenggang Kecamatan Kebonpedes menggegerkan warga setempat.

Kapolsek Kebonpedes Iptu Tommy Ganhany Jaya Sakti kepada Radar Sukabumi mengatakan, korban yang diketahui berinisial PM (19) ditemukan tewas dalam kondisi memprihatinkan pada Minggu (13/02) pukul 19.30 WIB.

“Korban telah menghembuskan nafas terakhirnya dengan kondisi mengeluarkan busa pada bagian mulutnya,” kata Tommy kepada Radar Sukabumi, Senin (14/02).

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat setempat, pihaknya langsung bergegas ke lokasi kejadian untuk memastikan kebenaranya. Di TKP, polisi memasang police line dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

“Saat kami tiba di lokasi, posisi korban dalam kondisi terlentang di kasur. Pada tubuh korban terdapat tato di bagian tangan kanan dan kirinya. Selain itu, korban juga menggunakan kaos warna hitam lambang salah satu geng motor,” paparnya

Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan saksi, korban diketahui warga Kampung Cigadod, RT 04/05, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung. Sebelum tewas, pada Minggu (13/02) sekira pukul 18.00 WIB, korban bersama seorang teman laki-laki berinisial AL datang ke rumah SR (45) di Kampung Selajambu, RT 004/003, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes.

“Setelah itu, korban bersama AL langsung masuk ke kamar bersama-sama. Kemudian sekitar pukul 19.30 WIB SR dan temannya berinisial YN pergi ke Kampung Cimaja. Sedangkan korban dan AL masih di rumah SR,” imbuhnya.

Tidak lama setelah itu, tepatnya sekitar pukul 19.45 WIB, SR datang kembali ke rumahnya. Setelah kembali, SR mendengar korban nangis di kamar. “Kemudian AL mengatakan kepada SR, mang kunaon ieu korban tariis ngabudah, (Bang kenapa ini korban dingin terus ngeluarin budah atau busa di bagian mulutnya,” paparnya.

Setelah itu, SR langsung memberikan air hangat dan air susu kepada korban. Kemudian SR memberitahukan kepada SI yang merupakan sepupu SR untuk memeriksa kembali kondisi korban.

“Waktu itu, SI mengatakan bahwa korban sudah tidak ada denyut nadinya. Kemudian mereka langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” imbuhnya.

Saat korban dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk dilakukan visum mayat, hasil dari pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ketika disinggung mengenai penyebab kematian korban, Tommy mengatakan, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan dulu.

“Kematian korban belum bisa diketahui secara pasti. Sebab, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan pihak keluarganya juga tidak membuat laporan dan menerima kejadian tersebut murni sebagai musibah,” pungkasnya. (Den/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.