“Sekarang, satu peti pun tidak habis dalam satu hari, dan ini amat berdampak kepada penghasilan. Harapannya, supaya pemerintah bisa kembali menyetabilkan harga,” ujarnya.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Iwan Karmawan mengungkapkan, kenaikan harga telur ayam dipengaruhi oleh sulitnya day old chicken (DOC) atau anak ayam sulit didapat. Selain itu, produktivitas ayam petelur turun cukup signifikan.
“Produktivitas ayam petelur turun cukup drastis, mencapai 20-30 persen, karena memang anak ayam petelur cukup sulit. Namun begitu, saya prediksi pekan depan harga bakal kembali normal,” pungkasnya.
(Cr15/d)



