Sementara, untuk di sektor pendidikan dan kemasyarakatan, YKN telah melakukan di wilayah Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi dan daerah Rajeg Tangerang.
“Untuk budayanya juga, kami menggali budaya Jawa Barat yang mewakili untuk budayanya. Nah, itu kami ambil dari wilayah Cirebon dan Sumedang,” tukasnya.
“Nah untuk daerah pesiriran ekonomi dan sosial, kami ambil di daerah Indramayu. Jadi ini sedang berjalan memang,” paparnya.
Pihaknya menambahkan, bahwa untuk kegiatan di Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, YKN akan mengisi berbagai ragam kegiatan. Diantaranya melakukan sharing bersama para guru.
“Selain itu, untuk sesi pertanian kami juga telah memperkenalkan pertanian dengan menggunakan sistem hiyroponik. Iya, harapannya ini bisa bermanfaat untuk kami dan juga para guru serta masyarakat secara luas,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi mengatakan, pihaknya mengaku mengaku gembira dengan kedatangan rombongan YKN untuk melakukan pengabdian guru di wilayah desa yang tengah dipimpinnya tersebut. Karena, diyakini dapat mendongkrak dan meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah desa tersebut.
“Alhamdulillah saya juga selaku kepala desa merasa sangat bangga, karena YKN ini telah diinisiasi oleh Ibu Try Sutirsno sebagai pemilik YKN dan suaminya Pak Try Sutrisno sempat menjabat sebagai Wakil Presiden RI di zaman era Pak Soeharto,” kata Deni.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam pengabdian guru ini, YKN telah menerjunkan sebanyak 12 guru ke Desa Sasagaran, diantaranya guru matematika, kimia, biologis, ekonomi, budaya, pertanian, bahasa inggris dan lainnya.
“Jadi, 12 guru itu datang ke Desa Sasagaran untuk pengabdian guru ke sekolah-sekolah yang ada di Desa Sasagaran,” timpalnya.
Dirinya berharap dengan adanya kegiatan tersebut, para guru yang ada di wilayah Desa Sasagaran ini, kedepannya bisa berangkat ke YKN Bandung untuk secara intensif melakukan sharing. Selain itu, jika anak-anak dari Desa Sasagaran, bisa masuk untuk sekolah di YKN.
“Iya, karena, sekolah tersebut bukan hanya bonafide atau sekolah elit saja. Tapi itu, sekolahnya seperti sekolah kedinasan, jadi sudah jelas kalau keluar dari sekolah Krida Nusantara itu, bisa masuk ke anggotaan TNI atau ke dinasan. Karena sekolahnya semi militer,” pungkasnya. (den/d)






