“Kalau gak mau jajan mahal, beli di luar saja, yang penting sampahnya jangan dibuang sembarangan apalagi ke sungai. Bawa dan buang pada tempatnya,” imbuhnya.
Koordinator Destinasi Wisata Pemandian Geyser Cipanas Cisolok, Febby Marwan menyebutkan, kunjungan wisatawan ke Cipanas menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ia berpendapat, berkurangnya kunjungan wisatawan ini karena terpecahnya kunjungan wisatawan ke daerah Jampang Ciwaru.
Sebab, masyarakat masih berorientasi bahwa Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGG) itu di Ciwaru. Meskipun Geyser Cipanas Cisolok juga menjadi salah satu kawasan CPUGG. “Untuk H+3 ada 3.366 orang dan tujuh wisatawan mancanegara. Wisatawan juga masih didominasi masyarakat lokal,” paparnya.
Febby juga berharap ada penambahan fasilitas penunjang yang bisa dinikmati wisatawan. Sehingga wisatawan yang berkunjung tidak mengeluh kepada petugas yang memungut retribusi wisata.
Berdasarkan Perda nomor 14/2013 tentang Retribusi Wisata, Rekreasi dan Olahraga, untuk pejalan kaki ditarif Rp3 ribu, kendaraan bermotor Rp8 ribu, sedan/jeep Rp20 ribu, mini bus Rp30 ribu, Mikro Bus Rp70 ribu dan bus Rp135 ribu. Karcis retribusi itu juga termasuk biaya parkir dan asuransi pengunjung.
(ryl)





