SUKABUMI — Cuaca ekstrim yang melanda wilayah perairan Laut Selatan Sukabumi menyebabkan puluhan kapal milik nelayan di perairan laut Ujung Genteng, Desa Ujung Genteng terbelah rusak setelah diterjang gelombang ombak pada akhir pekan, Sabtu (9/5).
Ketua Rukun Nelayan Pantai Ujung Genteng, Asep JK mengatakan, meski tidak ada korban jiwa, namun sedikitnya puluhan kapal nelayan yang berada di pantai Ujung Genteng mengalami kerusakan.
“Sebanyak 28 perahu nelayan di Ujung Genteng rusak. Tiga rusak parah dan 25 perahu diantaranya rusak ringan,” jelas Asep kepada Radar Sukabumi, Minggu (10/5).
Gelombang ombak di perairan Laut Ujung Genteng, sambung Asep, selain merusak puluhan kapal nelayan, juga telah menyebabkan kerusakan pada alat tangkapan ikan.
“Iya, banyak alay tangkap ikan seperti jaring dan lainnya yang rusak parah diterjang gelombang ikan,” bebernya.
Saat terjadi gelombang pasang, ujar Asep, seluruh nelayan di perairan Ujung Genteng tidak pergi melaut. Sehingga, tidak ada satu nelayan pun yang terhempas gelombang pasang tersebut.
“Sehari sebelum kejadian gelombang pasang, kami mendapatkan himbauan dari BMKG agar untuk sementara waktu tidak pergi melaut untuk mencari ikan.
Lantaran, diprediksi akan terjadi gelombang air laut cukup besar. Ternyata benar, air pasang dengan ketinggian sampai lima meter,” paparnya.






