Sendi mengakui sejumlah fasilitas memang rusak. Kini seluruh aset telah diserahkan ke Perkim untuk ditangani menyeluruh. Visi jangka panjangnya jelas: mengembalikan Gado Bangkong pada jati diri sebagai simbol kebanggaan masyarakat Sukabumi. “Tempat ini bukan sekadar ruang terbuka, tapi simbol kebanggaan. Warga bisa menikmati sekaligus mendorong peningkatan ekonomi,” pungkasnya.
Di balik penertiban yang tampak sederhana, tersimpan harapan besar: bahwa Gado Bangkong akan kembali bersinar sebagai ruang publik yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga bermakna bagi kehidupan masyarakat Palabuhanratu.(ndi/d)




