SUKABUMI — Di jantung Palabuhanratu, Alun-alun Gado Bangkong berdiri sebagai ruang publik yang tak pernah sepi. Dari pagi hingga malam, kawasan ini menjadi tempat warga bersantai, berdagang, hingga merayakan berbagai momen kebersamaan. Namun di balik keramaian itu, wajah ikon kebanggaan Sukabumi mulai tampak kusam. Fasilitas rusak, tata ruang semrawut, dan aktivitas yang tak tertata membuat pemerintah daerah akhirnya turun tangan.
Langkah awal penataan kini resmi berada di bawah kendali Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi. Kepala Perkim, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa gerakan penertiban di Jalan Kidang Kencana hanyalah permulaan dari proses panjang. “Ini tahapan awal. Kami ingin ruang publik lebih tertib, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Prioritas pertama adalah pengamanan aset milik pemerintah daerah. Setelah itu, analisis dan penataan ulang aktivitas masyarakat, terutama pedagang, akan dilakukan dengan pendekatan manusiawi. “Kami tidak ingin mematikan roda ekonomi. Penempatan pedagang akan dibicarakan bersama agar tetap tertib dan memberi ruang hidup,” jelas Sendi.
Sebagai ikon daerah, Gado Bangkong akan ditata bertahap dengan konsep lebih terarah. Landmark yang ada akan diperbaiki, arus keluar-masuk pengunjung diatur agar lebih nyaman, dan fasilitas publik seperti penerangan serta ruang terbuka akan diperbaharui. “Kami ingin menghadirkan wajah baru ruang publik yang ramah bagi semua kalangan,” tambahnya.




