KABUPATEN SUKABUMI

Film ‘Anak Kuntilanak’ Jadi Simbol Kebangkitan Perfilman Sukabumi

×

Film ‘Anak Kuntilanak’ Jadi Simbol Kebangkitan Perfilman Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Sutradara senior Abay bersama komunitas perfilman Sukabumi tengah menggarap film ‘Anak Ghoib Jalanan’. Proyek ini bukan sekadar produksi horor, melainkan deklarasi kebangkitan talenta lokal untuk kembali menempatkan Sukabumi sebagai pusat perfilman nasional.

SUKABUMI – Aroma nostalgia terasa kuat di antara pepohonan rimbun dan bangunan heritage Sukabumi. Namun, kali ini bukan sekadar kenangan, melainkan ambisi besar yang tengah ditenun kembali oleh para sineas lokal. Mereka berusaha menghidupkan kembali kejayaan era 90-an, masa di mana Sukabumi pernah menjadi kiblat perfilman nasional.

Bank bjb Tandamata

Di bawah komando sutradara senior Bara Bantara Seta, atau akrab disapa Abay, sebuah proyek ambisius berjudul Anak Kuntilanak tengah digarap. Bagi Abay, karya ini bukan sekadar mengikuti tren horor, melainkan deklarasi atas kemampuan talenta lokal yang selama ini terpendam.

“Ini adalah ekspansi potensi. Kami ingin menunjukkan bahwa Sukabumi memiliki SDM yang mumpuni. Kolaborasi ini adalah pintu masuk agar komunitas lokal bisa berbicara banyak di panggung nasional,” ujar Abay, yang telah mengarsiteki lebih dari 100 judul FTV sejak 1992, kepada Radar Sukabumi, Jumat (6/3/2026).

Sukabumi memiliki daya tarik visual yang unik. Kota ini mampu bertransformasi menjadi latar horor mencekam maupun drama melankolis dalam sekejap. Abay menekankan, jika sineas luar negeri saja terpesona dengan lanskap Sukabumi, maka sudah saatnya putra daerah sendiri yang mengelola aset emas tersebut.

Semangat kebangkitan ini disambut hangat oleh Lapdek Comunity Sukabumi (LCS). Ketua LCS, Kompol (Purn) Sunarya Ishak, menegaskan bahwa Sukabumi pernah melahirkan bintang besar seperti Wina Zufiana, Vita Mariana (peraih Piala Vidia), hingga ikon nasional Desy Ratnasari dan Diah Permatasari. “Kami tidak ingin estafet itu terputus,” ujarnya.

LCS berkomitmen mendukung anak muda menggali potensi perfilman melalui kaderisasi aktor masa depan. Sunarya menambahkan, setiap teriakan Action! di lokasi syuting bukan hanya seni peran, tetapi juga denyut nadi ekonomi daerah. Kehadiran kru dan pemain meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan sektor kuliner dan UMKM, serta memberi kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).