KABUPATEN SUKABUMI

Duh, 402 Pondok Pesantren Salafi di Kabupaten Sukabumi Tutup, Cek Penyebabnya

×

Duh, 402 Pondok Pesantren Salafi di Kabupaten Sukabumi Tutup, Cek Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

PALABUHANRATU— Dari 734 Pondok Pesantren (Ponpes) yang terdaftar di Kabupaten Sukabumi sebanyak 402 tutup Akibat minim peminat untuk mengemban ilmu di Ponpes. Untuk itu, saat ini Pemkab Sukabumi akan berupaya untuk mendorong keberadaan Ponpes Salafiah untuk tetap eksis serta tidak tergerus dengan isu-isu yang memojokan Ponpes sebagai tempat terlahirnya teroris yang meresahkan masyarakat.

Dari data sementara yang di rangkum dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi mengatakan bahwa 402 Ponpes tutup pada tahun 2017. Pasalnya Ponpes Salafi tersebut sepi santri. Saat ini Ponpes Salafiah atau Ponpes yang fokus pada pengajian kitab kuning tanpa di iringi dengan sekolah kurang diminati masyarakat. Serta, masyarakat lebih memilih untuk memperkerjakan anak-anaknya kepabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Sukabumi. “Pada tahun 2017 Kemenag Kabupaten Sukabumi mencatat sekitar 402 Ponpes Salafiah tutup di Kabupaten Sukabumi,”ungkapnya Kepala Bagian Sosial dan Keagamaan Pemkab Sukabumi, H.Unang Sudarma kepada koran ini, kemarin (23/10)

Bank bjb Tandamata

Unang mengatakan,Hal ini menunjukan adanya kepatisan masyarakat untu menyekolahkan atau mendidik anak-anaknya untuk memperoleh pendidikan agama dari Ponpes yang ada di Kabupaten Sukabumi. Padahal, seorang anak harus mendapatkan pendidikan agama sejak kecil. Terutama, belajar tentang kitab-kitab kuning.
“Masyarakat sekarang lebih apatis. Serta, mereka menilai kurang penting belajar dan mengaji kitab-kitab kuning dari Ponpes salafi. Padahal, itu semua sangat penting untuk kehidupan,”ujarnya.

Sepinya Ponpes juga di sebabkan oleh anak-anak yang sudah lulus sekolah lebih memilih untuk di bekerjakan oleh orangtuannya ketimbang harus belajar agama. Hal tersebut menurutnya sebagai salah satu penyebab tutupnya Ponpes salafi di Sukabumi. Disamping itu juga, banyaknya terpaan yang negative mengenai dengan Ponpes Salafiah. “Banyak masyatakat yang memilih anaknya untuk bekerja ketimbang harus belajar. Wajar, jika Ponpes Salafi banyak yang tutup. Tapi, begitu tidak benar jika Ponpes di sebut-sebut sebagai awal lahirnya teroris,”terangnya.