Dua Tahun Mengidap Tumor Ganas

JAMPANGTENGAH – Pria lanjut usia asal Kampung Genggong, RT 41/12, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Daman (62) lemah tak berdaya. Selama dua tahun ini, ia hanya bisa berbaring dibawah perawatan isterinya, Ihat (60). Bapak empat anak ini divonis mengidap tumor dan perlu bantuan pemerintah untuk hidup sehari-hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, Daman mengidap tumor pada bagian perutnya. Saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan karena perutnya setiap hari terus membengkak. Karena penyakitnya itu, Daman pun akhirnya tak bisa beraktivitas layaknya sebagai petani.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Cijulang melalui sekretarisnya, Indra Rusdiana mengatakan, pernah mendapatkan perawatan dari tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Namun karena tumornya sudah akut, maka ia pun dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Hassan Sadikin Bandung supaya mendapatkan perawatan yang lebih maksimal.

“Kami sudah mendaftakannya ke rumah sakit di Bandung, karena beliau ini harus dioperasi. Insya Allah dalam waktu dekat ini, beliau akan dioperasi untuk mengangkat tumornya itu. Kami juga akan memberi bantuan biaya hidup selama proses pengobatan disana,” ujar Indra kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dusun Genggong, Desa Cijulang, Yusep Subhanuddin. Awalnya ia mengira penyakit yang di perut warganya ini bukan tumor ganas. Sebab benjolan tersebut pada tiga tahun lalu masih terlihat kecil, sebesar kelereng.

“Namun semakin lama benjolan itu semakin membesar. Memang, kondisinya sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Selain dirinya, keluarga Daman pun dibuat kaget dengan hasil pemeriksaan tim medis RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Saat itu dokter menyebutkan bahwa benjolan yang ada di perut Daman merupakan tumor ganas dan kondisinya sudah akut.

“Sekarang keluarga Pak Daman terus melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan pengobatan,” bebernya

Saat ini, Daman beserta keluarganya hanya bisa pasrah dengan kondisi kesehatan yang diderita pria berusia senja itu. Dengan keterbatasan ekonomi, mereka pun berharap mendapatkan bantuan untuk biaya pengobatan dan perawatan, baik dari pemerintah maupun dari dermawan.

“Jangankan untuk berobat, untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Kalau mau berobat, keluarga ini sering minjam ke tetangga. Untuk itu, saya berharap pemerintah ataupun orang dermawan mau menyisihkan sebagian hartanya demi membantu pengobatan Pak Daman ini,” pungkasnya.

 

(cr13/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.