Brutalisme Pelajar Harus Dihentikan

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara.

SUKABUMI – Kasus pembacokan yang merenggut nyawa, Raisad Laksana salah seorang pelajar MAN 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendapat sorotan dari Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, aksi tersebut merupakan brutalisme pelajar. Pelaku yang masih pelajar ini tidak lagi memahami pentingnya nilai kemanusiaan, persaudaraan dan kebangsaan.

Bacaan Lainnya

“Saya mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya siswa MAN 1 Cibadak dan meminta semua pihak tidak terpancing karena para pelajar yang menjadi pelaku sudah diamankan pihak kepolisian,” pinta Yudha kepada Radar Sukabumi, Minggu (23/2).

Dalam menyikapi aksi brutalisme pelajar ini, perlu adanya kerjasama yang baik dengan semua elemen mulai dari sekolah, orang tua siswa, pemerintah dan kepolisian.

“Semua harus bergerak dan ikut bertanggungjawab untuk menghentikan tindak kekerasan pelajar baik fisik maupun bullying,” tandas Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi ini.

Menurutnya, semua pihak harus mengambil peran masing-masing yang tujuannya sama yaitu menghentikan tawuran dan tindak kekerasan pelajar.

Sekolah dan Dinas Pendidikan harus menciptakan banyak kegiatan positif yang bisa menarik minat pelajar, sehingga bisa mengikis kebiasan negatif.

“Kami di DPRD tentu akan mendukung apapun upaya pemda untuk hal ini. Selain itu, sebagai wakil rakyat kami juga punya kewajiban untuk turun ke sekolah-sekolah. Kembali menggaungkan pilar kebangsaan, persaudaraan dan kemanusiaan yang mulai luntur.

Saya akan dorong teman-teman di DPRD untuk datang ke sekolah untuk memberikan pemahaman tentang nilai kemanusian dan persaudaraan,” imbuh politisi ramah ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan