Feri menambahkan, keberadaan Kampung KB terbukti mampu menggeser pola pikir dan kebiasaan buruk di masyarakat. Salah satu indikator keberhasilan adalah meningkatnya kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan. “Melalui edukasi berkelanjutan, perilaku warga kini berubah. Jika dahulu masih ada yang membuang sampah sembarangan, sekarang kebiasaan itu terkikis karena mereka paham pentingnya menjaga ekosistem lingkungan,” jelasnya.
Ia menegaskan, esensi utama pembentukan Kampung KB adalah menciptakan klaster keluarga yang sehat secara jasmani, rohani, dan lingkungan. Karena itu, DPPKB memastikan pendampingan ke wilayah pelosok akan terus diintensifkan secara berkala.(den/d)





