Ia menjelaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting bukan hanya bergantung pada program formal pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat, khususnya kader Kampung KB. Menurutnya, pemahaman tentang gizi dan pola hidup sehat harus menyentuh langsung ke dalam rumah tangga.
DPPKB berharap Kampung KB benar-benar bisa menjadi pusat edukasi sekaligus penggerak perubahan perilaku masyarakat menuju keluarga yang tangguh, sehat, dan bebas stunting. Saresehan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia dengan berbasis ketahanan keluarga.(den/d)




