KABUPATEN SUKABUMI

Dokter Forensik RSUD R Syamsudin Sukabumi Beberkan Hasil Autopsi Kematian Mayat Kepala Terpisah di Kaswasan TNGGP

×

Dokter Forensik RSUD R Syamsudin Sukabumi Beberkan Hasil Autopsi Kematian Mayat Kepala Terpisah di Kaswasan TNGGP

Sebarkan artikel ini
Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi
Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathia

SUKABUMI – Dokter Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathia, akhirnya angkat bicara terkait proses autopsi terhadap mayat yang ditemukan di tengah hutan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), tepatnya di Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kerangka saat proses autopsi, diketahui bahwa mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Bank bjb Tandamata

“Saat proses autopsi, kita bersihkan semua tulang-belulangnya, didapatkan bahwa gendernya atau jenis kelaminnya itu adalah laki-laki, kemudian berdasarkan penyambungan tulang yang kita lihat dari tengkorak ataupun dari tulang-tulang iga itu kemungkinan range usianya adalah antara 25-35 tahun,” kata dr Nurul Aida Fathia kepada Radar Sukabumi pada Kamis (18/07).

Kondisi jenazah pada mayat tersebut, kata dr. Nurul, sudah tidak utuh, bahkan sebagian jasadnya sudah menjadi tulang-belulang, terutama pada bagian tubuh bagian atas sama daerah tungkai atas. “Jadi sebagian jaringan otot dan dagingnya itu sudah menghilang jadi terekspos tulangnya,” ujarnya.

Sementar, bagian tubuh yang terlihat masih utuh, terdapat pada bagian telapak dan dimungkinkan, korban menggunakan ukuran sepatu antara 38-39. Sedangkan, untuk range tinggi badan berada di antara 165 centimeter sampai 169 centimeter.

“Kita mengukur dari tulang panjangnya walaupun itupun masih sangat kasar karena si tulang-tulang panjang itu masih banyak jaringan lunaknya. Artinya si tulang itu masih dalam kondisi basah jadi biasanya kita biarkan dulu supaya dia kering baru nanti kita ukur ulang,” bebernya.

Jasad korban telah mengalami pembusukan, meski pembusukannya tidak terjadi di seluruh tubuhnya. Hal itu, disebabkan karena sebagian tubuh mayat ada yang berada di area basah. Sehingga memperlambat proses pembusukan. “Mengenai tengkorak yang terpisah dari badan mayat, hal ini bisa terjadi karena adanya pembusukan,” tukasnya.

Ketika disinggung mengenai waktu kematian korban. Ia menjawab, bahwa jasad tersebut dimungkinkan sudah meninggal dunia antara 1 sampai 3 bulan. Sementara, untuk penyebab kematian, ia belum bisa menjelaskan secara gamblang. Lantaran, kondisi tubuhnya sudah dalam keadaan tidak utuh. “Iya, itu kami belum bisa memastikan dan apakah ada bekas luka di tubuh mayat dan lainnya, karena kondisi jasadnya nya sudah tidak utuh lagi,” pungkasnya. (Den)