DLH Kabupaten Sukabumi Ingatkan Masyarakat dan Korporasi Lindungi Daerah Resapan Air

DLH-Kabupaten-sukabumi

SUKABUMI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menyoroti perihal potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan yang disebabkan oleh kerusakan pada lingkungan.

Sebagai misal, kasus bencana tersebut seperti banjir yang menerjang Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, pada Sabtu, 2 Maret 2024. Penyebab bencana banjir diduga adanya konversi lahan di hulu menjadi area pertanian dan peternakan.

Bacaan Lainnya

Sekretaris DLH Kabupaten Sukabumi Rasyad Muhara mengatakan, lahan di atas permukiman warga yang dikonversi menjadi kawasan budidaya bunga hias dan peternakan ayam diduga penyebab banjir di Cimangkok. Sebab, kawasan tersebut merupakan daerah resapan air yang perlu dilindungi untuk sumber kehidupan masyarakat sekitar.

“Kami sampaikan bahwa persoalan lingkungan ini sudah terjadi selama satu tahun, tapi belum selesai. Pemerintah daerah sendiri sudah memberikan surat peringatan kepada perusahaan untuk melindungi daerah resapan air di kawasan Cimangkok,” ujar Rasyad.

Rasyad mengatakan lagi, bangunan budidaya bunga dan peternakan ayam diduga belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) atau persetujuan bangunan gedung (PBG) yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat.

“Hasil investigasi tim DLH ke lapangan, kedua bangunan itu belum mengantongi IMB/PBG. Pak Sekda sudah menginstruksikan Satpol PP untuk menangani masalah ini. Apalagi, sudah satu tahun belum ada penyelesaiannya,” ungkapnya.

Menurut dia, konversi lahan di daerah resapan air dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan lainnya.

Sehingga, peralihan lahan dilindungi men- jadi komersil maupun non ko- mersil dilarang pemerintah yang dipertegas dengan peraturan perundang-undangan.

“Kami ingatkan, masyarakat maupun korporasi tidak boleh memanfaatkan lahan resapan air. Menjaga dan melindungi lingkungan sekitar tugas kita bersama agar terhindar dari bencana,” tandasnya. (izo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *