Dinkes Kabupaten Sukabumi Kirim Sample Jajanan Produk Cina ke BPOM dan Labkeada Jabar

Kadinkes Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi
Kadinkes Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi

SUKABUMI – Kasus dugaan keracunan jajanan makanan yang menimpa puluhan siswa dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cidadap I, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, terus berlanjut.

Untuk memastikan keracunan yang dialami belasan siswa yang duduk di kelas 2A tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi telah mengambil sample makanan ringan yang diduga menjadi penyebab keracunan siswa tersebut, untuk dilakukan uji lab di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi kepada Radar Sukabumi mengatakan, sampel makanan berupa snack asal China bermerk Hot Spicy Latiru dan Latiao Strips yang diduga menjadi penyebab kasus keracunan massal para siswa ini, langsung dibawa ke Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat di Bandung.

“Selain itu, tim dari kami juga sudah turun kelapangan untuk meneliti dan memantau peredaran makanan tersebut. Iya, karena informasinya makanan ringan produk Cina itu, marak beredar di warung-warung,” kata Agus kepada Radar Sukabumi pada Selasa (14/05).

Saat belasan siswa ini, mengalami gejala mual, pusing dan muntah-muntah, petugas medis dari Puskesmas setempat telah sigap memberikan tindakan medis. Seperti memberikan obat-obatan sesuai dengan keluhan yang dirasakan serta diberikan penyuluhan kepada siswa, guru serta orang tua siswa yang datang ke puskesmas.

“Untuk kondisi terkini perihal kesehatan belasan siswa yang diduga mengalami keracunan itu, Alhamdulillah, sudah membaik yah. Meski begitu, petugas kami akan memantau para siswa itu selama satu minggu kedepan,” paparnya.

Kini Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi tengah menunggu hasil pemeriksaan makanan yang diimpor dari China tersebut. Selain itu, untuk mengantisipasi peristiwa serupa, petugas kesehatan hingga jejaring Puskesmas melakukan pemantauan dan peredaran jajanan tersebut. “Kami juga terus memberikan edukasi kepada sekolah-sekolah terkait makanan yang layak dikonsumsi,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *