“Katanya jalur terasa berulang. Tidak ketemu jalan keluar, jadi mereka bertahan di satu titik,” tambah Adji.
Meski banyak cerita mistis beredar di Gunung Gede, relawan menilai faktor utama tersesatnya pendaki muda adalah minimnya pengetahuan navigasi dan ketidaksiapan menghadapi medan berat.
Setelah ditemukan, keduanya dibawa ke Kantor Resort PTN Selabintana untuk beristirahat. Minggu pagi (28/9), keluarga menjemput mereka dalam kondisi sehat, meski masih syok.
“Sekarang sudah aman, sudah dijemput keluarga,” ujar Adji.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi para pendaki. Jalur ilegal tidak hanya berbahaya, tetapi juga berpotensi mengancam nyawa. “Jangan pernah mencoba jalur yang dilarang. Risikonya besar, bisa tersesat, bahkan kehilangan nyawa,” tegas Adji.(den/d)





