KABUPATEN SUKABUMI

Cerita Santri Ponpes Istabroq Jayanti Diterjang Banjir Luapan Air Sungai Cimandiri, Kitab-kitab Hanyut!

×

Cerita Santri Ponpes Istabroq Jayanti Diterjang Banjir Luapan Air Sungai Cimandiri, Kitab-kitab Hanyut!

Sebarkan artikel ini
Kondisi pondok pesantren Istabroq di Kampung Cisoka, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pasca banjir bandang.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Kondisi pondok pesantren Istabroq di Kampung Cisoka, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pasca banjir bandang.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

 “Semua hilang, kitab sehari hari yang baca sehari hari, waktu itu karena memang ada yang kita izinkan pulang sejak Senin, Selasa karena orang tuanya sudah pada jemput, santri yang ada paling saat kejadian banjir ada sekitar 70 orang, dari 200 orang lebih santri yang ada,” paparnya.

Bank bjb Tandamata

 “Kita berterimakasih kepala desa langsung nengokin, bahkan menyalurkan bantuan makan sampai 300 bungkus, sebagian diberikan juga kepada masyarakat, alhamdulillah makanan, sembako ada masih terbatas, kalau minta secukupnya bukan bantuan namanya, kita dari pesantren punya prinsip kalau musim musibah itu kadang kita punya perasaan yang paling repot, padahal kalau kita melihat banyak manusia yang dikasih musibah lebih parah dari kita,” tuturnya.

Saat ini, Badru Tamam mengaku masih banyak kebutuhan yang sangat diperlukan di pondok pesantren Istabroq pasca banjir bandang yang melanda, seperti kitab, alas tidur, lemari, dan lainnya juga material untuk pembangunan tembok atau tanggul untuk penahan jika sewaktu waktu air kembali meluap.

 “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, paling materi, dan bantuan alhamdulillah bantuan sudah ada ya mungkin belum maksimal. Sekarang bagaimana caranya bikin tanggul supaya di waktu banjir lagi itu air tidak langsung nembak ke pesantren,” bebernyam.

 “Terus maksimalnya pesantren ini direnovasi total karena sudah agak ambles 25 Cm, rumah juga ini amblas, tapi karena ini musim bencana agak malu juga, kita masih bisa dipakai, alhamdulillah masyarakat antusias saat ini untuk upaya jaga jaga bikin tanggul sementara kecil kecilan,” tandasnya. (ndi/d).