SUKABUMI – Dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) ke-13, Kepala Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, telah mendapatkan penghargaan sebagai desa siap siaga dalam mengantisipasi tindak pidana terorisme.
Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani kepada Radar Sukabumi mengatakan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi telah menugaskan dirinya untuk mengikuti kegiatan desa siap siaga dalam rangka pelaksanaan rencana strategis BNPT RI tahun 2020-2024 khususnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesiapan nasional dalam mengantisipasi tindak pidana terorisme di AONE Hotel, Jalan K.H. Wahid Hasyim Nomor 80, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat pada Kamis (27/07) siang.
“Kemarin kita dalam menyambut BNPT RI ke 13, Alhamdulillah Desa Kebonpedes telah menjadi pilot projec nasional se Indonesia yang terdiri dari 5 Desa. Yakni, 1 Provinsi Jawa Barat di wakili Desa Kebonpedes, Provinsi Banten yang diwakili oleh Kabupaten Serang, NTB, Lampung dan Jawa Timur,” kata Dadan kepada Radar Sukabumi pada Selasa (01/08).
Masyarakat desa, sambumg Dadan, mempunyai peran penting dalam memelihara keamanan. Mereka diharapkan bisa ikut berpartisipasi dalam mencegah potensi gangguan keamanan yang dapat muncul kapan pun. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dari lingkungan terkecil dengan membangun kesadaran bersama sehingga dapat meminimalisir dampak yang akan terjadi.
“Alhamdulillah kami berlima, diberi smart rompi oleh Kepala BPNT RI, Komjen Riko adalah desa siaga dalam menjaga radikalisme di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Desakerap menjadi target potensial bagi jaringan teroris untuk mencari tempat merencanakan serangan, melakukan perekrutan anggota, perencanaan aksi, hingga pelatihan. Untuk itu, ia mengaku dalam waktu dekat ini melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat Desa Kebonpedes.
” Kita juga Insya Allah akan bersosialisasi dari pihak BNPT RI ke Desa Kebonpedes bersama para Ketua RT dan RW serta lembaga lainnya, yang berkaitan dengan radikalisme atau terorisme,” paparnya.
Ia menambahkan, pemerintah Desa Kebonpedes akan melakukan monitoring kepada RT/RW dan masyarakat yang dicurigai yang mungkin juga masyarakat yang tidak dikenal atau masyarakat yang masuk ke wilayah Desa Kebonpedes.
“Semoga dengan adanya desa siaga, Desa Kebonpedes ini bisa aman dan tentram. Untuk saat ini, Alhamdulilah aman dan tentram serta tidak ada hal yang mencurigakan,” pungkasnya. (Den)






