PALABUHANRATU — Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut terlihat dalam kegiatan “Saba Sanggar Tari Road to Festival” yang digelar belum lama ini.
Kegiatan yang melibatkan delapan sanggar tari dari Kabupaten dan Kota Sukabumi ini dinilai sebagai wadah strategis dalam mempersiapkan para penari menuju Festival Galuh Pakuan. Selain menjadi ajang silaturahmi antar sanggar, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi teknis bagi para peserta.
*Edukasi Teknis dan Motivasi Berlatih*
Sekretaris Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yanti Irianti, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Galuh Pakuan atas inisiatifnya dalam membina seni budaya, khususnya di Jawa Barat.
“Saba Sanggar Tari Road to Festival ini adalah bentuk komitmen Galuh Pakuan dalam pembinaan seni dan budaya terhadap seluruh sanggar yang ada di Jawa Barat,” ujar Yanti.
Ia menjelaskan bahwa para peserta mendapatkan pemahaman teknis yang lengkap mengenai pelaksanaan festival, mulai dari aturan, konsep, hingga alur penilaian. “Panitia memberikan informasi teknis yang sangat jelas, sehingga peserta dapat memahaminya dengan baik,” tambahnya.
Yanti juga memberikan dukungan penuh kepada sanggar-sanggar asal Kabupaten Sukabumi yang akan berlaga di Festival Galuh Pakuan. Ia berharap para penari terus berlatih dan tidak cepat puas dengan capaian saat ini.
“Kehadiran Tim Saba Sanggar Tari menjadi motivasi besar untuk belajar dan berlatih lebih baik lagi. Teruslah mengasah kemampuan untuk bersaing dengan kabupaten lain,” tegasnya.
*Apresiasi untuk Lembaga Adat Galuh Pakuan*
Yanti turut menyampaikan terima kasih kepada Bunda Ratu Galuh Pakuan yang telah memberikan pemaparan mendalam terkait sosialisasi teknis festival dan sejarah Lembaga Adat Keluarga (LAK) Galuh Pakuan.
“LAK Galuh Pakuan adalah lembaga adat yang sangat peduli terhadap kelestarian tari jaipongan. Keberadaannya sangat positif, terutama dalam membangun potensi generasi muda di bidang seni tari,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut agar seni tari tradisional, khususnya jaipongan, tetap tumbuh dan menjadi kebanggaan masyarakat Sukabumi dan Jawa Barat.
“Melalui kegiatan ini, sinergi pelestarian budaya semakin kuat. Semoga seni tari tradisional terus berkembang dan menjadi identitas budaya yang membanggakan,” pungkas Yanti.(ndi/d)




