Menurut Ani, dengan menggunakan sistem yang lebih modern dan terintegrasi, PPKBD dapat memastikan bahwa data yang diperoleh lebih akurat dan sistematis. Selain itu, melalui penggunaan SIGA, efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program KB dan Kesehatan Reproduksi dapat ditingkatkan.
“PPKBD akan lebih mudah dalam memonitor perkembangan program KB,
dengan adanya bimbingan teknis ini, diharapkan para Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa dapat lebih optimal dalam melaksanakan tugas mereka,” timpalnya.
“Jadi, penerapan SIGA yang lebih baik akan meningkatkan kualitas data, efisiensi operasional, dan efektivitas program KB dan kesehatan reproduksi, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat desa,” pungkasnya. (den/d)






