“Tahun ini, Indonesia dan seluruh umat Islam di Indonesia sedang prihatin dengan masih besarnya penyebaran virus Corona. Namun penyebaran virus ini tidak mengendorkan upaya kami untuk terus berkurban dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,”jelasnya.
Dirinya menyadari kurban di masa pandemi ini sangat dibutuhkan bagi masyarakat di tengah kondisi pertumbuhan ekonomi yang belum stabil. Ia pun berharap hewan-hewan kurban yang dibagikan bisa meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 dan guru-guru ngaji, santri pondok serta guru-guru pondok.
“Setidaknya dengan adanya pembagian daging kurban, bisa meringankan ekonomi masyarakat dan bisa membantu dalam menyukupi kebutuhan makanan para santri dan guru ngaji, “jelasnya.





