Batik Cantik Sukaraja yang Ditulis Tangan-tangan Lentik

  • Whatsapp
KREATIF : Warga saat memperlihatkan proses pembutan batik tulis di aula Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja. FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI 

Pemerintah Kecamatan Sukaraja terus berupaya maksimal untuk membuat terobosan baru dalam meningkatkan kesejahtraan kepada masyarakatnya di tengah pandemi Covid-19. Diantaranya, dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusia dengan membuat kerajinan batik tulis.

Laporan – Dendi Koswara Dikusumah, Sukaraja

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kecamatan Sukaraja dan pemerintah Desa Pasirhalang, patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, di masa pandemi Covid-19 ini, telah menggugah inisisatif puluhan warga di Desa Pasirhalang untuk berkreatif mencari tambahan penghasilan dengan memproduksi kain batik tulis.

Kerajinan membuat batik tulis yang digagas oleh pemerintah Desa Pasirhalang itu, telah menyita perhatian pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi. Bahkan, baru-baru ini, Ketua PKK Kabupaten Sukabumi telah menyambangi tempat produksi pembuatan batik tulis yang berupsat di aula Desa Pasirhalang.

“Menariknya, sebagian besar batik yang diciptakan oleh tangan-tangan lentik warga Kecamatan Sukaraja, khususnya warga Desa Pasirhalang itu, telah membuat batik tulis yang bermotifkan bunga dan lainnya,” jelas Camat Sukaraja, Budianto kepada Radar Sukabumi, Jumat (15/01/2021).

Meski kerajinan batik tulis ini baru digeluti pada pertengahan tahun 2020 lalu. Namun, peminatnya sangat banyak. Selain dari kalangan pejabat, tidak sedikit juga warga Sukabumi yang memesan untuk membuat batik tulis dengan berbagai macam motif. “Alhamdulillah, walaupun kerajinan batik tulis ini, baru seumur jagung. Tetapi, manfaatnya sangat luas. Bahkan, untuk omset perbulannya bisa mencapai belasan juta rupiah,” bebernya.

Kerjainan batik tulis ini, sambung Budianto, selain membuat pakaian, selendang, ibu-ibu kreatif asal warga Desa Pasirhalang itu, juga kerap memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 ini, dengan membuat masker dari bahan batik tulis. “Lumayan juga ordernya banyak. Bahkan, sekarang mereka sudah memiliki toko yang bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Pasirhalang yang berada di kawasan Jalur Lingkar Selatan,” imbuhnya.

Pihaknya menambahkan, sejauh ini perkembangan batik tulis di wilayah yang tengah dipimpinnya sangat luar biasa. Hal ini, diyakini dapat menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi virus corona.

“Iya, kalau untuk penjualan, mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan baru di masyarakat. Salah satunya dengan sistem penjualan melalui aplikasi online. Jadi, pemasarannya, selain di jual di toko, mereka juga kerap memasarkannya melalui online atau media sosial,” pungkasnya. (den/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *