KABUPATEN SUKABUMI

Bantu Korban Gempa, Baznas Kabupaten Sukabumi Buka Dapur Umum

×

Bantu Korban Gempa, Baznas Kabupaten Sukabumi Buka Dapur Umum

Sebarkan artikel ini
PORAK PORANDAK: Kondisi rumah rusak di Kecamatan Kalapanunggal akibat bencana alam gempa bumi, belum lama ini.

SUKABUMI — Baznas melalui Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat Baznas (RSB) membantu warga terdampak gempa bumi di Desa Kabandungan Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat belum lama ini.

Di sana, sebanyak 627 orang tinggal di pengungsian sebab kondisi rumah mereka rusak berat akibat gempa bumi.

Bank bjb Tandamata

Kepala BTB, Dian Mandana Aditya Putri mengatakan, ada sembilan personel dari BTB Pusat, Provinsi Jawa Barat, serta Kabupaten Sukabumi yang fokus memberikan layanan tenda darurat serta dapur umum.

Mereka juga mendistribusikan logisitik yakni popok bayi, makanan bayi, mie instan, biskuit, serta pembalut di Kampung Cipiciung, Desa Kabandungan.

“Sementara satu dokter serta dua perawat dari RSB memberikan layanan kesehatan untuk pengungsi di Kampung Babakan, Desa Kabandungan,” ujar Dian belum lama ini.

Dirinya menuturkan, tim BTB serta RSB terus berkoordinasi dengan pihak terkait diantaranya BPBD, kelurahan serta RT/ RW mengenai proses evakuasi dan pemberian bantuan yang dibutuhkan para pengungsi.

“Untuk itu Baznas membuka layanan dapur umum berkapasitas produksi 600 porsi makanan siap saji setiap harinya,” paparnya.

Selain itu, Baznas juga menyediakan kebutuhan pokok, penampung air kapasitas 1.000 liter, selimut 44 buah, matras 65 buah serta terpal 100 meter x 2 meter. Sebagian tim BTB serta RSB juga bergerak melakukan survei ke lokasi sekolah yang mengalami kerusakan, salah satunya ke SD Jayanegara.

“Kami agendakan pemberian trauma healing bagi para pengungsi di Kampung Cimanggu. Kegiatan itu penting untuk memulihkan kondisi psikologis warga pasca gempa, supaya bisa kembali beraktivitas secara normal,” ujarnya.

Direktur Utama Baznas, M Arifin Purwakananta menjelaskan, Baznas berkomitmen terus memberikan layanan kepada warga terdampak gempa, baik secara logistik maupun teknis.

“Mudah-mudahan Baznas dapat memberikan yang terbaik untuk melayani umat yang terdampak bencana hingga mereka dapat kembali ke kehidupan normal,” paparnya.

Sebelumnya gempa bumi mengguncang Sukabumi Selasa (10/3). Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) teridentifikasi pusat gempa berada di koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.

Data dari BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat terdapat 1.028 bangunan rusak ringan, sedang dan rusak berat. Rinciannya yakni, 168 rusak berat, 293 rusak sedang, 548 rusak ringan, 8 bangunan sekolah dan 11 bangunan masjid. (bam/d)