Antisipasi Tawuran Pelajar di Sukabumi, Sekolah Harus Tegas Beri Sanksi

Polsek Kebonpedes
CEGAH TAWURAN: Muspika Kebonpdes bersama sejumlah sekolah dan para kepala desa saat melakukan rakor gabungan di aula Kecamatan Kebonpedes. FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Momen kelulusan hasil Ujian Nasional (UN) kerap dimanfaatkan oleh para pelajar untuk aksi tawuran. Biasanya, vandalisme pelajar seperti aksi corat-coret, konvoi kendaraan roda dua tanpa gunakan helm, hingga tawuran dengan sekolah lain.

Untuk mencegah dari hal yang tidak diinginkan, Muspika Kecamatan Kebonpedes menggelar rapat koordinasi gabungan jelang pelulusan sekolah tingkat SMP maupun SMA sederajat di kantor Kecamatan Kebonpedes.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Kebonpedes, Polres Sukabumi Kota, IPTU Tommy Ganhany Jaya Sakti kepada Radar Sukabumi memgatakan, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi baik dengan tingkat Forkopimcam Kebonpedes maupun para kepala sekolah yang ada di wilayah hukumnya, khususnya kepada sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat berikut komite sekolah berikut seluruh kepala desa se Kecamatan Kebonpedes.

“Dengan maraknya aksi tawuran itu, kami cukup prihatin. Meskipun kita sudah berupaya maksimal mencegahnya. Tetapi, masih saja tawuran pelajar itu terjadi,” kata Tommy kepada Radar Sukabumi pada Senin (13/06).

Untuk itu, pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi gabungan untuk merencanakan deklarasi tolak anti tawuran pelajar. Bukan hanya itu, Polsek Kebonpedes juga akan melakukan deklarasi anti berandal bermotor. “Sehingga, kasus kekerasan yang melibatkan anak dibawah umur, terutama pada usia sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat ini, bisa diantisipasi,” timpalnya.

Untuk situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) pihaknya mengaku sudah mengamankan beberapa pelajar tingkat SMP dan SMA yang akan melakukan kegiatan tawuran. Menurutnya, hal ini sudah marak dibeberapa wilayah dan bukan hanya terjadi wilayah hukum Kecamatan Kebonpedes saja. “Kondisi ini menurut kami sangat mengkhawatirkan terutama bagi generasi penerus kita,” ujarnya.

Polsek Kebonpedes, Polres Sukabumi Kota sudah melakukan kegiatan-kegiatan preventif baik dengan kegiatan patroli ataupun kegiatan preemtif. Namun ini juga ada beberapa yang lolos karena kondisi jumlah personil Polsek Kebonpedes sangat minim. Sehingga wilayah wilayah lain yang belum terjangkau oleh anggota Polsek Kebonpedes memang kecenderungan terjadi. Untuk itu, Polsek Kebonpedes berinisiatif mencari solusi agar caranya mengatasi situasi tersebut.

Menurutnya, hal ini sebagai tanggung jawab selaku pelayanan masyarakat dan bagaimana mengatasi remaja saat ini kecenderungan ingin menunjukan jati dirinya. Namun, menunjukan jati dirinya dengan hal-hal yang kurang baik. Seperti tawuran dan sebagainya atau masuk ke kelompok geng motor.

“Ini bukan hanya tugas dari pihak kepolisian saja, saya kira ini perlu penanganan dari baik pihak sekolah maupun masyarakat di lingkungan sekitar, karena usia remaja ini kestabilan emosional meningkat sehingga remaja menujukan jati dirinya sangat luar biasa dan ini perlu dukungan, sokongan ataupun pengaruh yang baik terhadap anak-anak kita,” paparnya.

Dalam rakor tersebut, pihaknya juga meminta bilamana melihat ada kerumunan anak sekolah yang mengarah tawuran, agar segera dan secepatnya menghubungi Polsek Kebonpedes dan dirinya mengaku akan segera mendatangi ke lokasi tersebut serta akan menghubungi pihak sekolahnya. Oleh karena itu pihak sekolah harus betul-betul tegas dalam memberikan sanksi kepada para siswanya yang melanggar aturan dan mungkin pihak sekolah sudah membuat aturan.

“Mari kita bersama dengan pihak sekolah untuk bersama sama mengawasi anak-anak sekolah di luar sewaktu pulang sekolah,” bebernya.

Sementara itu, Camat Kebonpedes, Kurnia mengatakan, rapat koordinasi gabuntan yang membahas soal kenakalan remaja ini, sangat penting dilakukan untuk menciptakan Kamtibmas dan Kamtibmum di wilayah Kecamatan Kebonpedes.

“Intinya, kami menekankan agar pihak sekolah ada SOP atau ada aturan bilamana ada siswanya yang terlibat dalam kenakalan remaja, baik aksi tawuran maupun terlibat dalam kawanan geng motor,” jelasnya.

Namun demikian, dari rapat koordinasi gabungan itu ada masukan dari bawah, khususnya para kepala desa se-Kecamatan Kebonpedes yang memiliki niatan kuat untuk melakukan deklarasi bersama. Masukan ini, mendapatkan sambutan yang baik dari Forkopimcam Kebonpedes.

“Memang belum bisa dilakukan hari ini, tapi sudah kita rencanakan. Nanti kita akan koordinasi lebih dalam lagi dengan Pak Kapolsek soal rencana deklarasi anti tawuran pelajar ini,” pungkasnya. (den/radar sukabumi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan