InfrastrukturKABUPATEN SUKABUMI

Alhamdulilah, Rumah Warga Miskin Kadudampit Akhirnya ‘Dirubuhkan’

Ajak Masyarakat Ikut Donasi PSBB (Pahala Shaum Berskala Besar)

SUKABUMI — Setelah viral di pemberitaan tentang warga miskin kadudampit yang menjalani puasa dengan keterbatasan, sejumlah warga langsung berinisiatif mendatangi rumah Parta (65) untuk memastikan keadaannya. Benar saja, kondisi rumah Parta yang berada di Kampung Babakan RT (30/07) Desa Sukamanis Kecamatan Kadudampit sudah jauh dari kata lanyak huni. Seketika, setelah bermusyawarah rumah tersebut langsung dirobohkan warga untuk diperbaiki.

“Kita melihat kondisi rumah Kakek Parta sudah memprihatinkan, atapnya bocor dan lantai rumahnya terbuat dari kayu sudah lapuk. Makanya kami dengan niat membantu langsung merobohkan, meski tidak tau biaya membetulkanya dari mana, “jelas salah seorang warga Kris Dwi Purnomo saat dihubungi radar sukabumi.

Menurutnya, pembongkaran rumah kakek Parta terpaksa dilakukan, pasalnya dengan kondisi musim hujan rumah yang dihuninya bocor. “Kami inisiatif dengan tokoh masyarkat, RW dan tetangga Rumah bapa Parta takut roboh karena sudah tidak layak huni Padahal dana baru ada terkumpul Rp500 ribu, sementara untuk belanja saat ini sudah keluar Rp750 ribu, belum lagi masih banyak kekurangan bahan, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya berharap, ada donatur yang sudi memberikan sedikit hartanya untuk membantu proses pembangunan. Meski, saat ini banyak yang memberi bantuan dari beberapa orang yang enggan disebutkan namanya. Namun, masih banyak kekurangan.

“Tadi juga ada yang ngasih dr Hamba Allah ada yang Rp100 ribu, ada yang 50 ribu. Dan warga bergotong royong ada yang Ngambil bambu dikebun miliknya ada juga yang menjadi tukang membangun sukarela. Dan kami juga menbuka donasi dengan sebutan PSBB atau Donasi (Pahala Shaum Berskala Besar),”cetusnya.

Sebelumnya, kakek Parta diberitakan hanya mampu membeli beras sealakadarnya tanpa lauk pauk.

Pria yang menduda sejak lama ini, memang tinggal di gubug renyot yang kondisinya sudah rusak. Penghasilan sebagai pemulung hanya cukup untuk makan saja membuat hidup Parta serba kekurangan, apalagi di tengah kondisi Covid 19 ini membuat dirinya harus rela makan cukup dengan nasi saja. (die)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button