Menurut dr. Titin, kios pangan berbasis Bumdesma merupakan ujung tombak distribusi pangan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dan mendukung ekonomi desa.
“Langkah ini menjadi bagian dari transformasi desa mandiri pangan sekaligus stabilisasi harga sembako,” paparnya.
Ia menambahkan, melalui kunjungan ini diharapkan terjadi penguatan koordinasi lintas lembaga serta replikasi model serupa di kecamatan dan desa lainnya.
“Kami berharap, kehadiran kios pangan ini mampu menjadi katalisator dalam menekan inflasi serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara merata,” pungkasnya.(bam/d)






