Akibat Ledakan Tabung Gas CNG di Sukabumi, Warga Cibadak Menuntut Ganti Rugi

Terdampak Ledakan Tabung Gas di Cibadak Sukabumi

SUKABUMI – Warga terdampak gelombang ledakan tabung gas CNG yang diangkut Truk Isuzu putih bernomor polisi B 9496 SYX di ruas Jalan Raya Sukabumi – Bogor, tepatnya di Kampung Lodaya I, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Senin (27/11) sore, menuntut ganti rugi terhadap pihak perusahaan gas untuk bertanggung jawab, terutama ganti kerusakan bangunan akibat ledakannya.

Salah seorang warga Toni Kamanjaya (47) asal Kampung Lodaya I, RT 01/RW 08, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak mengatakan,
saat kejadian ia tengah ngobrol karena menerima tamu. Namun, ia bersama tamunya dikagetkan dengan suara ledakan keras yang jaraknya sekitar 20 meter dari lokasi truk pengangkut gas CNG yang meledak.

“Lagi ngobrol sama tamu, begitu mendengar suara ledakan respon keluar langsung sudah dipenuhi kabut putih. Iya, jarak pandang paling sekitar 50 meter pada saat ledakan terjadi warga kan pada mundur, soalnya masih terjadi kebocoran gas, kecuali saya lompat antara pengen liputan dengan kemanusiaan, akhirnya saya pilih kemanusiaan,” kata Toni kepada Radar Sukabumi pada Rabu (29/11).

“Waktu keluar rumah, saya langsung membantu evakuasi pengemudi motor Xride yang meninggal dunia. Waktu kita evakuasi masih bernafas, katanya meninggalnya saat di Rumah Sakit Sekarwangi,” timpalnya.

Dampak dari gelombang ledakan gas CNG ini, kata Toni, 7 bangunan yang lokasinya tidak jauh dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengalami kerusakan, khususnya pada bagian kaca pecah. Tujuh bangunan ini, dua rumah warga dan lima diantaranya tempat usaha. Yakni, rumah makan padang, pecel lele, kafe dan konter handphone serta toko baju.

“Rata-rata umumnya, bangunan itu mengalami kerusakan di bagian jendela, atap, langit-langit plafon rumah sama dinding. Jadi, akibat hentakan dari ledakan itu, retak-retak dinding, kaca pecah,” bebernya.

Meskipun tidak terkena langsung oleh ledakan, namun warga terdampak oleh gelombang ledakan yang menyebabkan beberapa detik setelah ledakan, terdapat gelombang yang mempengaruhi bangunan warga. Bahkan, akibat ledakan gas CNG ini, Jalan Gang Lodaya I ditutup, karena banyak serpihan kaca yang belum dibersihkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *