“Sebenarnya untuk pembangunan bandara ini, luasan tanahnya sudah bisa dipenuhi oleh lahan milik PT Bogorindo dan perkebunan karet. Hanya memang, ada daerah pemukiman penduduk dan lahan pertanian yang masuk kawasan terdampak dari pembangunan bandara ini,” papar Haris.
Sampai saat ini, rencana pembangunan bandara tersebut belum dilakukan pembebasan lahan. Lantaran, perizinannya masih dalam tahap proses. “Jadi nanti kalau proses perizinannya sudah selesai, pasti akan ada pembebasan lahan. Selain itu, status yang awalnya merupakan kawasan industri, akan berubah menjadi kawasan bandara,” tuturnya.
Sementara itu, Owner PT Olimpic yang merupakan anak cabang perusahaan dari PT Bogorindo, Aubintoro membenarkan jika sebagian tanah PT Bogorindo akan digunakan untuk pembangunan Bandara Sukabumi. “Total lahan yang dimiliki PT Bogorindo ini, ada sekitar 223 hektare. Namun lahan yang rencanannya dibutuhkan pemerintah untuk pembangunan bandara ini, hanya seluas 80 hektare,” kata Aubintor.
Pada prinsipnya, ia sebagai owner perusahaan akan selalu siap melepaskan sebagian lahan yang dimiliki PT Bogorindo untuk dijadikan pembangunan bandara. “Tentunya dengan harga wajar. Ya, intinya bukan masalah berapa nilainya.
Tetapi yang penting bagi saya adalah terwujudnya bandara di sini dengan harapan dapat mengurai kemacetan. Saya baru menjalin komunikasi biasa dengan pemerintah dan belum ada deal soal kepastian harga. Saat itu, pemerintah berencana akan melakukan eksekusi lahan PT Bogorindo untuk dijadikan pambangunan bandara pada akhir tahun ini,” pungkasnya.
(cr13/t)





