6 SMP di Kabupaten Sukabumi jadi Korban Penipuan Beasiswa Rp 2,1 Juta

SUKABUMI  – Kasus penipuan berkedok program beasiswa sedang merajalela di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kasus ini kali pertama diungkap oleh pihak SMPN 1 Sagaranten yang menyebutkan bahwa ibu SN, orangtua salah satu siswa menjadi korban penipuan beasiswa yang dijanjikan sebesar Rp2,1 juta.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Mohammad Solihin mengaku telah menerima laporan tersebut. Dia mengatakan, banyak sekolah yang melaporkan bahwa orang tua murid melaporkan kejadian penipuan beasiswa ke sekolah masing-masing.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, Solihin menegaskan bahwa program beasiswa seperti yang ditawarkan pelaku penipuan kepada para korban tidak ada dan tidak benar.

“Kalau ada yang seperti itu jangan diakomodir dan jangan dipercaya karena di pendidikan SMP di Disdik tidak ada beasiswa, kecuali bagi yang hafidz quran dan itu harus diseleksi dulu,” kata Solihin singkat.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sagaranten Wawan Setiawan mengungkapkan bahwa sejumlah orangtua murid dari SMPN 1 Sagaranten, SMPN 1 Lengkong, SMPN 2 Lengkong, SMPN 2 Jampangtengah dan SMPN 2 Curugkembar menjadi korban penipuan program bantuan beasiswa. Wawan menyebutkan, identitas pelaku belum diketaui.

“Itu teh datang ke orang tua, sudah banyak sekarang udah 6 SMP. Kemarin SMP Curugkembar, bahkan salah satu korban langsung anting sampai diserahkan ke seseorang yang datang kerumah mengaku dari komite sekolah,” ujar Wawan saat dihubungi Radar Sukabumi, Jumat (27/5).

“Jadi dari pengakuan orang tua murid ke saya, dia (Pelaku, red.) datang katanya ke rumahnya pukul 12.00 Wib siang. Dia sampai tahu nama anak sama kakaknya yang telah jadi alumni di sekolah SMPN 1 Sagaranten,” sambungnya.

Wawan menjelaskan, salah satu orang tua murid juga mengaku didatangi pelaku yang mengaku mendapat tugas melakukan pendataan untuk mendapat beasiswa sekolah besaran Rp 2,1 juta.

“Mengakunya dari komite, katanya mendapat tugas buat mendata anak ibu dapat beasiswa, besarnya 2,1 juta, ini ke sini (sekolah, red.) mau meluruskan cuman harus ada biaya buat urus urus itu,” jelasnya.

“Dia (pelaku) datang satu orang katanya. Saya sudah tanyakan ke orang tua murid. Jawabanya saya sampai pusing katanya sampai sekarang, saat ditanyakan namanya oleh orang tua murid jawabannya ah ibu gak perlu kenal, nanti saja kalau sudah dapat beasiswanya, si ibu itu dengan begitu saja ngasih uang,” imbuhnya.

Wawan menegaskan, orangtua murid percaya karena pelaku memperlihatkan empat buah buku rekening yang telah cair mendapatkan beasiswa, sehingga membuatnya tergiur.

“Dia melihatkan buku dan uangnya yang sudah cair, jadi kayanya tergiur itu, jadi si ibu langsung aja ngasih, minta nya kan Rp 650ribu dikasih 700 dikembaliin 50 ribu,” tegasnya.

Setelah itu, kata Wawan karena pelaku menjanjikan satu hari cair, setelah satu hari orang tua murid tidak kunjung datang lagi lalu mendatangi sekolah untuk mempertanyakan pendataan tersebut.

“Nah dijanjikan kan satu hari, sudah satu hari gak datang lagi, si ibu penasaran datanglah ke SMP menceritakan itu, kan di SMP gak ada beasiswa. Nah ternyata di SMP dua sagaranten juga ada, Curugkembar juga ada kejadiannga hari Rabu, sudah ada yang lapor ke SMP itu mah 500ribu, sama pelakunya satu orang,” terangnya.

“Bahkan kemarin, hari Kamis, dari PPK ada yang laporan, sampai perhiasan anting diserahkan karena uang gak ada, anting dikasihkan. Modusnya sama akan mendapat Beasiswa SMP untuk setahun, bukan sekali,” bebernya.

Masih kata Wawan, mengantisipasi terjadinya banyak korban, telah melakukan himbuan di grup perpesanan aplikasi sekolah bahwa pihak sekolah tidak ada pendataan apalagi untuk beasiswa.

“Sekarang sudah disebar ke grup WA kelas bahwa dari sekolah itu tidak ada pendataan apalagi yang namanya bea siswa, apalagi meminta sesuatu sudah disebar,” ucapnya. (Cr2/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.