“Secara persentase untuk kecelakaan laut wisawatan didominasi oleh kaum laki laki sekitar 85 persen, sisanya perempuan, dengan domisili 50 persen warga kabupaten Sukabumi, 50 persen lagi warga luar seperti Bogor, Bandung, Jakarta,” imbuhnya.
Lebih lanjut Tenda, faktor utama terjadinya kecelakaan laut terhadap para wisatawan terdapat dua yakni faktor manusia yang tidak mengindahkan himbauan dari petugas pantai yang selalu siap siaga, dan juga faktor alam dimana karakteristik gelombang laut tinggi yang terjadi tiba tiba dan sulit diprediksi.
“Rata rata faktor utamanya arus itu faktor alamnya dan faktor orangnya yang tidak mengindahkan himbauan petugas, mereka berenang ditempat yang dilarang, terus korban tidak bisa berenang, serta kaget akibat gelombang yang besar dan arus kuat,” bebernya. (ndi/d)




