Uus menjelaskan, perbaikan jalan tahun depan akan didominasi metode hotmix karena dinilai lebih efisien dan mampu menjangkau lebih banyak titik kerusakan. “Pengecoran hanya digunakan di ruas-ruas tertentu yang dilalui kendaraan berat atau memiliki kontur tanah labil,” jelasnya.
Meski pengecoran unggul dari sisi ketahanan, efisiensi anggaran menjadi pertimbangan utama. “Dengan hotmix, kita bisa menjangkau lebih banyak ruas jalan dalam satu tahun anggaran,” pungkasnya.(ndi/d)




