KABUPATEN SUKABUMI

10 Rumah di Bantargadung Retak Akibat Pergeseran Tanah

×

10 Rumah di Bantargadung Retak Akibat Pergeseran Tanah

Sebarkan artikel ini
Dinding rumah retak, lantai bergeser, warga Bantargadung tetap bertahan dengan penuh waspada

SUKABUMI —  Hujan yang turun tanpa henti selama beberapa hari terakhir membawa cerita lain bagi warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung. Bukan sekadar genangan air atau jalan licin, melainkan tanah yang perlahan bergeser, meninggalkan retakan di dinding dan lantai rumah mereka.

Bank bjb Tandamata

Sejak Minggu, 22 Februari 2026, tanda-tanda itu mulai terlihat. Retakan kecil yang awalnya dianggap biasa, kini melebar dari hari ke hari. Sepuluh rumah di satu RT terdampak langsung, membuat 37 jiwa hidup dalam ketidakpastian. “Sejak Senin kami terus melakukan pemantauan. Retakan semakin melebar,” ujar Sihabudin, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan Bantargadung.

Nama-nama pemilik rumah yang terdampak kini menjadi daftar panjang korban bencana: Diding, Linda, Tatang, Ade, Iis, Buhori, Solihin, Kamaludin, Eha, dan Jajang. Mereka tetap bertahan di rumah masing-masing, meski rasa was-was tak pernah hilang. Setiap kali hujan turun, hati mereka ikut bergetar, khawatir tanah kembali bergeser.

Forkompimcam Bantargadung bersama aparat desa, Koramil, dan Polsek sudah turun tangan. Koordinasi dilakukan, imbauan disampaikan, agar warga tetap waspada dan segera melapor jika muncul retakan baru. Usulan penanganan darurat pun diajukan: pemasangan gorong-gorong besar untuk mengatur aliran air, hingga kajian kondisi tanah oleh pihak berwenang.