1.000 Polisi Amankan Demo UU Cipta Kerja di Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI — Dalam menciptakan keamanan ketertiban umum, petugas gabungan dari Polri dan TNI telah menerjunkan sekitar 1.000 personel untuk mengamankan aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja yang dilakukan oleh massa gabungan baik dari mahasiswa maupun buruh pabrik.

Kapolres Sukabumi, AKBP M. Lukman Syarif mengatakan, aksi penolakan Omnibus Law pada Undang-undang Cipta Kerja pada Rabu (7/10) ini, telah terjadi di beberapa titik di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“Ribuan personel sudah kami ploting untuk menghadapi aksi demo di sejumlah titik aksi. Seperti di Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Bojong Kokosan, Cicurug, PT GSI I Cikembar,” jelas M Lukman kepada Radar Sukabumi, Rabu (7/8).

Ribuan personel ini, sambung Lukman, telah disebar kekuatan personelnya di sejumlah titik aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja. Untuk mengamankan keberlangsungan aksi penolakan Undang-Undang yang baru-baru ini disahkan itu, telah dilakukan petugas gabungan dari Polri, TNI serta unsur lainya dengan tetap mengingatkan soal protokol kesehatan.

“Petugas dilapangan, selain mengawal untuk mengamankan aksi itu, mereka juga sudah kita intruksikan agar selalu mengingatkan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, tidak anarkis, jangan sampai aksi yang dilaksanakan itu merugikan masyarakat lain,” bebernya.

Pihaknya menambahkan, kegiatan pengamanan yang dilakukan oleh jajaran personel gabungan itu meliputi orang, benda dan lokasi yang dijadikan sebagai tempat berorasi atau unjuk rasa.

“Objek atau sasaran pengamanan yang kami lakukan meliputi orang yaitu peserta unjuk rasa, masyarakat sekitar, benda yaitu fasilitas atau sarana prasarana publik atau milik perorangan atau perusahaan dan objek pengamanan di lokasi yang dijadikan tempat unjuk rasa,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait