Merasa suasana mulai tidak kondusif dengan adanya oknum massa yang mengerumuninya, Faqih berusaha menghindar dan berjalan ke arah depan restoran yang merupakan lokasi jurnalis lainnya berkumpul.
Namun beberapa oknum massa langsung mendekat ke arah Faqih dan memukul serta menendang dia, dengan beberapa massa sempat ada yang menghalangi.
Perilaku oknum massa tersebut sempat ditahan oleh beberapa wartawan lainnya dan pihak aparat kepolisian, namun oknum massa aksi itu tetap saja melakukan pemukulan terhadap Faqih.
“Ada massa yang ngalangin (pemukulan), tapi tetap saja, banyak yang nuduh intel sambil teriak. Saya coba kabur sambil jalan cepat ke arah restoran. Beberapa teman media menghalangi dan intel polisi juga. Saya kena pukulan dan tendangan di kepala sebelah kiri dua kali, bokong dua kali, badan enggak terlalu kerasa,” tuturnya.
Saat ini kondisi Faqih dalam keadaan baik dan berada di tempat aman yang jauh dari massa yang melakukan aksi penolakan UU TNI di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Aksi yang dilakukan Jumat (21/3), bertahan hingga pukul 20.49 WIB.(*)






