“Untuk kecepatan respons, kini Pemda Provinsi Jabar mengembangkan pengaduan terintegrasi secara elektronik untuk menjalankan respons cepat dan tercatat dari sisi kinerja ASN pelaksana,” tuturnya.
Ditambahkan Ika, selama lima tahun, JQR juga sudah menjangkau 2.622 desa dari 605 kecamatan yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dan 166.547 penerima manfaat.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengaku akan mengevaluasi sejumlah program Pemprov Jabar periode sebelumnya apakah tetap bisa berjalan pada 2024 mendatang atau harus dihentikan.
Sejauh ini diinformasikan ada beberapa program yang diduga bakal dihentikan seperti Jabar Reaksi Cepat atau Jabar Quick Response (JQR), kemudian Petani Milenial, dan tim Penasehat Investasi Pemerintah Provinsi (PIPP).(*)





