JAWA BARAT

Program DAK Fisik 2024 Bidang Pendidikan SMK di Jabar, Plh Kadisdik: Data Dapodik Harus Update

×

Program DAK Fisik 2024 Bidang Pendidikan SMK di Jabar, Plh Kadisdik: Data Dapodik Harus Update

Sebarkan artikel ini
Plh Kadisdik Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono.
Plh Kadisdik Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono.

BANDUNG – Ditahun anggaran 2024 ini, Pemerintah masih terus melaksanakan program Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan. Untuk itu, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) program tersebut telah dialokasi kepada pihak sekolah penerima.

Seperti diketahui, salah satu dari tujuan program DAK fisik bidang pendidikan tersebut, untuk meningkatkan sarana dan prasarana belajar di satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta.

Bank bjb Tandamata

Di Jabar, pelaksanaan program DAK tersebut tersebar di 13 Wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik). Bahkan sebelumnya, Plh Kepala Disdik Jabar, Bambang Tirtoyuliono, mengatakan bahwa sarana dan prasarana pendidikan merupakan pendorong serta pendukung untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Hal tersebut dikatakan Bambang dalam kegiatan Evaluasi Pembangunan dan Rehabilitasi Program DAK Fisik SMK Tahun 2024 di Bandung. “Oleh karenanya, data Dapodik menjadi Concern kita untuk terus di-update karena DAK itu entry point-nya dari sini,” kata dia, dilansir laman Disdik Jabar, Senin (7/10/2024).

Bambang pun mengapresiasi Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) yang telah menggelar evaluasi ini. Sebab, ada banyak tujuan yang bisa dicapai, yakni menilai efektivitas penggunaan DAK fisik, mengidentifikasi kendala dan masalah implementasi serta mengukur capaian kinerja progress pembangunan.

“Lalu, menyusun rekomendasi perbaikan untuk tahapan selanjutnya serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan DAK,” ujarnya.

Sementra itu, Kabid PSMK Disdik Jabar, Edy Purwanto, mengatakan pentingnya memperbaharui data Dapodik secara berkala. “Semua data tergabung dan terdaftar pada Dapodik. Di sana bukan hanya melampirkan jumlah siswa, tapi harus diisi juga kebutuhan sarana dan prasarananya,” terangnya.

Edy menjelaskan, bahwa evaluasi kali ini dilakukan bertahap, dan tahap pertama diikuti oleh 44 kepala sekolah (SMK) yang tersebar di Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) dari Wilayah I – VI.

Selanjutnya, akan dilaksanakan tahap berikutnya dengan 44 sekolah lainnya di Cadisdik Wilayah VII – XIII. “Total, ada 88 sekolah yang mendapatkan DAK fisik, yakni 53 sekolah negeri dan 35 sekolah swasta,” ungkapnya. (Ron)