BANDUNG – Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan, ada satu warga Jabar yang dinyatakan positif COVID-19 dalam tes swab terhadap 86 warga Jabar yang tengah diisolasi usai pulang luar negeri.
Bagi yang positif, akan segera mendapatkan penanganan. Sedangkan, mereka yang negatif COVID-19 harus melanjutkan isolasi selama 14 hari di gedung BPSDM Jabar.
Gedung BPSDM Jabar merupakan salah satu pusat isolasi non rumah sakit bagi Orang Tanpa Gejala confirm swab dan RDT.
Selain itu, tempat warga Jabar yang harus pulang dari luar negeri karena kondisi negaranya sedang ada masalah.
“Di sini, kemarin, ada tambahan 86 orang mayoritas dari Arab Saudi, terdiri dari pekerja migran dan mahasiswa. Kemudian ada yang harus pulang dari Australia dan Thailand,” kata Ridwan Kamil di Gedung BPSDM Jabar, Kota Cimahi, Selasa (5/5/2020).
“Mayoritas negatif. Kalau sudah negatif kami beri opsi apakah mau dilanjutkan isolasinya di sini (BPSDM Jabar) atau di kota/ kabupaten masing-masing. Karena Gugus Tugas Jabar sudah bekerja dengan Gugus Tugas Kabupaten/ Kota menyediakan karantina, supaya lebih dekat dengan keluarga. Nanti setelah prosedur 14 hari, mereka bisa kembali ke rumah,” terangnya.
Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar mengisolasi 86 warga Jabar tersebut sejak mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (2/5/20).
Ridwan Kamil melanjutkan, gedung BPSDM Jabar digunakan sebagai pusat isolasi penguatan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19.
“Dari 100 persen yang tinggal di sini beberapa minggu terakhir, sekitar 61 orang sudah sembuh dan pulang. Jadi, tidak ada satupun yang dirawat di sini yang dirujuk ke rumah sakit,” tukasnya.
(ysf)






