BANDUNG — Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi menyebutkan nilai kurban di wilayah Jawa Barat, pada momentum Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah/2023 M, sekitar Rp2,3 triliun.
“Jumlah tersebut meningkat sekitar Rp153 miliar dibandingkan tahun lalu,” kata Dedi Supandi, di Bandung, Sabtu.
Dia menuturkan nilai Rp2,3 triliun tersebut merupakan nilai kurban yang tercatat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Jawa Barat.
“Alhamdulilah dengan kebaikan dan kepedulian masyarakat di Jawa Barat, nilai kurban tahun ini meningkat menjadi Rp2,37 triliun. Karena kita tahu, bahwa tahun lalu itu Rp2,22 triliun,” kata Dedi Supandi.
Adapun untuk jumlah hewan kurban di Jawa Barat pada 2023 ini yaitu 502.553 ekor.
Menurut dia, meningkatnya nilai kurban dibandingkan 2022 lalu membuktikan bahwa ekonomi masyarakat Jawa Barat meningkat pasca pandemi COVID-19.
“Untuk tahun ini juga kan banyak masyarakat Jabar yang berkurban di luar Jabar atau di tanah suci karena hari ini ada juga yang sedang menjalankan ibadah haji,” kata dia.
Dedi memastikan, hewan kurban tersebut akan didistribusikan ke desa desa di pelosok yang bahkan jarang merasakan berkurban. Sebab, momentum Idul Adha juga menjadi ajang berbagi dengan sesama.
Menurut dia, itu sebagaimana Nabi Ibrahim AS mengorbankan hewan kepada Allah SWT. “Kita juga diajak untuk berbagi dengan sesama melalui penyembelihan hewan kurban. Dengan berbagi, kita dapat mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan, mengurangi kesenjangan sosial, dan meningkatkan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” kata Dedi Supandi.






