“Kenapa penjabat ini urgent, karena yang namanya Plh tidak boleh mengambil kebijakan yang sifatnya keuangan, rutinitas boleh tapi tidak keuangan, makanya yang Sekda sekarang sudah tutup. sekarang boleh membahas APBD diakhir tahun ini,” tuturnya.
Dengan adanya Penjabat Bupati Cirebon diharapkan pemerintahan Pemkab Cirebon bisa lancar dalam melayani masyarakat. Semua kejadian tersebut harus dijadikan pelajaran untuk semua pemimpin ataupun Aparatur Sipil Negara (ASN) Jabar untuk tetap menjaga integritas dan mengutamakan pelayanan masyarakat.
“Saya titip jadi hikmah jadi pelajaran jang melakukan hal-hal yang seperti sebelumnya yah. Mudah-mudahan saya berdoa tidak ada lagi hal seperti itu lagi di Jawa Barat,” pungkasnya.
(net)



