Kabupaten BOGOR

Walikota Bogor Cek Ruang Isolasi, Pasien Covid-19 Tembus 2.000 Pasien

×

Walikota Bogor Cek Ruang Isolasi, Pasien Covid-19 Tembus 2.000 Pasien

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bogor Bima Arya
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Forkopimda, saat mengecek langsung ketersediaan ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kota Bogor. SOFYANSYAH/RADAR BOGOR

BOGORWali Kota Bogor Bima Arya mengecek langsung ketersediaan ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Kota Bogor.

Hal ini mengingat jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di Kota Bogor sudah tembus diangka 2.000. Pantauan Radar Bogor, ada tiga rumah sakit yang dikunjungi Bima Arya, pertama RS Hermina, RSUD, dan RS Bogor Senior Hosital

Bank bjb Tandamata

“Hari ini kami satgas bersama Forkopimda memastikan kesiapan rumah sakit di Kota Bogor menghadapi lonjakan yang luar biasa,” kata Bima Arya usai mengecek ketersediaan ruangan di RSUD Kota Bogor, Senin (7/2/2022).

“Dua hari lalu kota Bogor mencatatkan angka yang sangat tinggi sekali 741 kasus Covid-19, itu mendekati angka puncak di masa (varian) delta, diperkirakan kita akan terus naik melewati angka delta itu karena hal itu kita pastikan kesiapan tempat tidur di rumah sakit,” sambungnya.

Karena kondisi tersebut, sambung Bima Arya, ia sudah perintahkan seluruh rumah sakit melakukan konversi tempat tidur yang semula untuk pasien umum umum menjadi layanan pasien terpapar Covid-19.

“Kami sudah mengunjungi pihak rumah sakit secara keseluruhan, kami lihat sudah di konversi baik tadi di (RS) Hermina maupun rumah sakit umum daerah,” katanya.

Kedua, pihaknya juga memastikan bagi pasien yang di rawat hanyalah yang bergejala sedang dan berat, untuk yang ringan melakukan isolasi mandiri (isoman).

“Jadi tidak boleh yang ringan itu di rawat, ini untuk memastikan prioritas kami bagi warga yang harus didahulukan, dan kami cek di rumah sakit memang telah mentaati,” ucapnya.

“Dan kami lihat di ICU hanya yang berat, sebagian yang (memiliki) komorbit, lansia dan ada angka-angka yang saya kira penting sebagian yang dirawat adalah yang belum di vaksin, ya ini kami akan koordinasikan yang belum di vakasin,” ungkapnya.

Bima juga mengaku akan mengunjungi beberapa pasien yang tengah menjalani isoman.

Untuk pasien Isoman, politisi PAN tersebut meminta agar satgas melakukan aktifasi kembali RW Siaga. Selain itu, puskesmas juga harus berkoordinasi dengan wilayah untuk melakukan monitoring dan juga mensosialisasi atas penggunaan Aplikasi Telemedicine.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bogor dr Ilham Chaidir menyebut, untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-9 di Kota Bogor, RSUD telah menambah jumlah tempat tidur pasien.

“Kalau konversi yang diinginkan Kemenkes 30 persen kan dari total kapasitas tempat tidur. Kita sudah 33,7 persen,” papar dr Ilham Chaidir.

Ke depan, RSUD Kota Bogor tengah bersiap menambah tempat tidur untuk pasien Covid-19 menjadi 152 bed, sedangkan saat ini baru mencapai 133 bed.

“Hari ini pasien umum kita pindahin dulu, kita jadikan tempat 152 untuk antisipasi. BOR untuk covid adalah 38 persen. Jadi sebanyak 58 pasien. Jadi ini dalam batasan yang memang harus semua rumsah sakit menaikkan kapasitasnya,” imbuhnya.

dr Ilham juga berharap rumah sakit lain dapat menerapkan hal yang sama, dengan menambah ketersediaan tempat tidur untuk pasien Civid-19. Sehingga dalam hal ini bisa sama-sama menangani kapasitas total kebutuhan tempat tidur. (ded)

Editor : Yosep