Diseminasi tersebut juga dihadiri Polbangtan lain yang ada di Indonesia serta Politeknik Engineering Pertanian Indonesia. Hal ini dilakukan agar dampak yang dirasakan pada program tersebut bisa menjadi percontohan dan berdampak lebih luas.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti sangat mengapresiasi sinergi yang terjalin dalam LMSINDO. Sebab menurutnya banyak keuntungan dan hasil yang didapat dari kerja sama tersebut.
“Beberapa penemuan terkait project based learning, pembuatan kurikukum yang sesuai dengan kebutuhan siswa terutama di sekolah vokasi sangat penting dalam proses pembelajaran. Dengan begitu para siswa akan siap menjadi entrepreneur atau agripreneur yang betul-betul mampu bekerja di sektor pertanian,” jelasnya.
Ia menilai penemuan yang dihasilkan pada program ini amat baik diimplementasikan dan diambil sebagai pembelajaran oleh SMK, Perguruan Tinggi lain di Indonesia.
“Bahkan harapannya bisa dikembangkan ke area yang lebih luas misalnya oleh Kemendikbudristek dan perguruan tinggi terkait pendidikan vokasi,” tutupnya.(adv/Guntur)






