Gubernur Ridwan Kamil : Sumber Dana Al Zaitun dari Kemenag, Jumlahnya Miliran Rupiah

Dalam investigasi yang telah dilakukan tim yang dibentuk oleh Gubernur Jawa Barat mengungkap sumber dana pondok pesentren Al Zaitun yang dipimpin oleh Panji Gumilang. -Foto/Tangkapan Layar/Instagram-
Dalam investigasi yang telah dilakukan tim yang dibentuk oleh Gubernur Jawa Barat mengungkap sumber dana pondok pesentren Al Zaitun yang dipimpin oleh Panji Gumilang. -Foto/Tangkapan Layar/Instagram-

JAKARTA -– Dalam investigasi yang telah dilakukan tim yang dibentuk oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap sumber dana pondok pesentren Al Zaitun yang dipimpin oleh Panji Gumilang.

Dari hasil penyelidikan, diketahui jika sumber dana Al Zaitun dari Kemenag dan Ridwan Kamil menjelaskan jika jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Menurut Ridwan Kamil, berdasarka penyelidikan yang dilakukan oleh tim yang dibentuknya jumlah dana untuk Al Zaitun mencapai lima miliar rupiah dari Kemenag.

Bacaan Lainnya

“Dana dari Kementerian Agama kurang lebih setiap tahun ada sekian miliar juga ke Al-Zaytun,” ucap Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil.

Kang Emil menjelaskan jika aliran dana miliaran rupiah dari Kemenag pada pondok pesantren pimpinan Panji Gumilang alias Abu Toto tersebut untuk aktivitas pendidikan.

Akan tetapi, Kang Emil menjelaskan jika pihaknya selaku Pemrov Jabar tidak mempunyai kewenangan untuk membubarkan Ponpes Al-Zaytun bila memang terbukti ada kesalahan dalam aktivitasnya.

Hal tersebut dikarenakan yang berwenang membubarkan Al Zaitun adalah Kemenag. “Pembubaran hanya dilakukan oleh Kemenag karena mereka yang memberikan izin. Izinnya ada di Kemenag karena sifatnya pesantren diniyah, aliyah dan seterusnya,” tuturnya.

Sedangkan Kang Emil membentuk tim investigasi yang ditugaskan secara khusus untuk mengumpulkan data terkait aktivitas di ponpes Al-Zaytun terhadap kajian mendalam untuk menganalisis aktivitas di Ponpes Al-Zaytun.”Saya harus adil mendengarkan dan membentuk tim investigasi,” jelas Kang Emil.

Adapun tim yang dibentuk oleh Kang Emil dalam melakukan investigasi Al Zaitun terdiri dari berbagai lembaga dan ormas Islam, aparat kepolisian, TNI, dan kejaksaan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *