DPRD JABAR

Lina Ruslinawati : Jangan Sampai Pancasila Terdegradasi

×

Lina Ruslinawati : Jangan Sampai Pancasila Terdegradasi

Sebarkan artikel ini
Suasana Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslinawati
SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN  :  Suasana Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslinawati saat mengikuti sosialisasi 4 pilar kebangsaan, Sabtu (17/09/2022).(foto : ist)

SUKABUMI — Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslinawati kembali mengadakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan, Sabtu (17/09/2022). Kali ini giliran dari mahasiswa Institut Agama Islam Sukabumi (IAIS), STAI Syamsul Ulum dan STISIP Syamsul Ulum. Dalam sosialisasi yang kali ini, orang yang juga sebagai anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra menegaskan bahwa apa yang disoalisasikan tidak berhenti pada mahasiswa saja, tetapi mereka (Mahasiswa red) bisa menyampaikan kepada masyarakat lainnya minimal keluarganya.

“Di masyarakat akhir-akhir ini sosialisasi 4 pilar ini hampir terdegradasi. Saya tekankan, pengamalan pancasila bisa ditumbuhkembangkan dan dihayati serta diamalkan di masyarakat. Namun, Bagaimana menghayati dan mengamalkan pancasila kalau tidak hafal.  Seperti yang terjadi pemangku kebijakan di tanah Jawa (Ketua DPRD di Salah satu Daerah red) yang baru-baru ini viral tidak hafal pancasila.  Jangan sampai itu terjadi di kita, itu tanda pancasila ini terdegradasi, “jelasnya.

Bank bjb Tandamata

Menurutnya, kita sebagai Publik figur dalam hal ini yang duduk di kursi DPRD mau tidak mau harus faham tentang makna dari pancasila, bagaimana jika seorang pemegang kebijakan tidak hafal ini merupakan tindakan yang sangat memalukan. Untuk itu, dirinya berharap kepada mahasiswa sebagai kaum intelektual calon pemimpin masa depan bisa menularkan butir-butir 4 Pilar kebangsaan ini minimal ke lingkungan keluarganya dan kampus.

sosialisasi 4 pilar kebangsaan
sosialisasi 4 pilar kebangsaan

“Pancasila itu adalah satu ideologi penting bagi bangsa indonesia, jangan sampai ideologi ini Terdegradasi oleh ideologi dari bangsa lain. Bahkan fenomena sekarang banyak anak muda lebih mengamati budaya luar lewat media sosial ini yang perlu kita perhatikan, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, dalam dialog dengan mahasiswa tentunya tidak hanya menerangkan teori 4 pilar kebangsaan secara langsung, pasalnya mahasiswa sebagai kaum intelektual sudah faham betul soal itu. Tapi dirinya lebih berdiskusi pengamalan 4 pilar kebangsaan di masyarakat agar bisa menularkan ideologi ini.

“Kita kembalikan lagi bahwa suka tidak suka pancasila ini masih berjaya sampai saat ini. Sepanjang Negara Indonesia berdiri, sepanjang itu pancasila tetap ada, meskipun saat ini mendapatkan gempuran dari berbagai arah dari negara luar baik secara fisik dan non fisik, tetapi saya yakin Indonesia bisa membentenginya dengan kembali menguatkan ideologi pancasila ke pada masyarakat, “tukasnya. (adv)