Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Lina Ruslinawati : Pancasila Harus Jadi Perbincangan Masyarakat

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Lina Ruslinawati
SOSIALISASI : Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslinawati saat mengadakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Desa Karawang Minggu (4/12/2022).

SUKABUMI — Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Lina Ruslinawati kembali mengadakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan Minggu (4/12/2022).

Kegiatan sosialiasi diadakan di Gor Desa Karawang Kabupaten Sukabumi dihadiri oleh mayoritan para kader Desa Karawang Kecamatan Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Pancasila harus menjadi urusan dan perbincangan masyarakat, menjadi kerangka berpikir dan bertindak dan dengan sendirinya menjadi gaya hidup Masyarakat Indonesia. Pancasila harus membumi. Membumikan Pancasila berarti mengupayakan bagaimana manusia Indonesia menjadi manusia Pancasila.

“kita ajak kades desa  untuk merefleksikan tindakan-tindakan dan nilai-nilai yang dipegangnya. Serta sejauh mana tindakan dan nilai-nilai itu merupakan realisasi atas Pancasila, “jelas lina Dalam Rilisnya.

Berdasarkan pantauan Sosialisasi 4 pilar kebangsaan sangat berjalan dengan baik, bahkan sebagian peserta ada yang kritis bertanya tidak kalah dengan mahasiswa beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dirinya menekankan kepada kader desa apa yang disosialiasikan hari ini tentunya tidak berhenti di masyarakat yang hadir saja, tetapi mereka diharapkan menjadi penyambung lidah kepada masyarakat lain dan lingkungannya serta keluarganya tentang pentingnya memahami 4 pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tekankan bahwa ideologi bangsa ini satu yakni ideologi Pancasila, sekalipun negara ini mayoritas muslim tetapi tidak bisa diterima jika ideologi bangsa ini dirubah sesuai dengan keinginan mayoritas, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, apapaun agamanya tentunya ideologi bangsa ini tetap satu. Tidak ada lagi masyarakat memaksakan faham-faham diluar pancasila apalagi faham bertentangan dengan ideologi pancasila saat ini, karena hal itu sangat bertentangan dan merupakan pelanggaran.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *