Update Keracunan Cianjur, 2 Orang Meninggal Karena Keracunan di Cianjur

Puskesmas Cijati, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat masih ada lima korban keracunan massal yang menjalani perawatan, Senin (21/4/2024).(Ahmad Fikri).
Puskesmas Cijati, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat masih ada lima korban keracunan massal yang menjalani perawatan, Senin (21/4/2024).(Ahmad Fikri).

CIANJUR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyebutkan dua orang meninggal dunia akibat keracunan massal di Desa Cibodas, Kecamatan Cijati.

“Dua korban meninggal dunia atas nama Solihin dan Rohiman yang merupakan warga yang menggelar hajatan pernikahan anaknya. Korban Rohiman meninggal di RSUD Pagelaran, sedangkan Solihin meninggal di rumah,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur dr Frida Layla Yahya, di Cianjur, Senin.

Bacaan Lainnya

Saat ini, menurut dia, sebanyak 56 korban keracunan yang sempat menjalani perawatan di puskesmas setempat sudah pulang, dan tinggal lima orang yang menjalani perawatan karena masih mengeluhkan pusing dan mual.

“Sebagian besar korban sudah pulang ke rumah karena kondisinya sudah kembali pulih, tinggal lima orang yang masih menjalani perawatan di puskesmas karena kekurangan cairan akut,” katanya.

Kepala Puskesmas Cijati Linda mengatakan bahwa pertama kali pihaknya menerima lima warga yang mengeluhkan pusing, mual, dan muntah pada Sabtu (20/4) pagi, hingga Minggu (21/4) petang banyak warga yang datang dengan keluhan yang sama, sehingga total 56 orang.

Warga yang datang dari satu kampung itu mengeluhkan hal yang sama, setelah menyantap hidangan yang diberikan seorang warga yang menggelar hajatan pernikahan anaknya, termasuk warga yang menggelar hajat menjadi korban keracunan.

“Warga yang mengalami gejala keracunan sudah berdatangan sejak Sabtu (20/4) pagi hingga Minggu (21/4) petang dengan keluhan yang sama. Bahkan, tercatat warga yang menggelar hajat dan saudaranya, yakni Solihin dan Rohiman meninggal dunia,” katanya.

Dia menjelaskan, di wilayah selatan kebiasaan sehari sebelum hajatan sudah membagikan makanan pada warga sekitar. Warga yang mendapat makanan yang dibagikan lebih dulu mengalami keracunan, dan puluhan warga lainnya yang menyantap hidangan saat hajatan juga mengalami keracunan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *